Last up date 18-Nov-2000

sejarah cetak mencetak . . .

direktori pers mahasiswa Indonesia

Apa PIPMI

Berita Terbaru

Indeks Anggota
Formulir Registrasi 
Link Khusus

Artikel

resensi

tips



untuk sementara situs ini dikelola oleh Litbang Majalah Balairung

 

 

 

Majalah BALAIRUNG 2000
webmaster

[11/28/00]

 

Nama Penerbitan

PRIMORDIA

Bentuk Media

Majalah

Alamat Institusi

Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada/ Jl. Kaliurang, Sekip Unit I/ (0274) 519717/ faks. (0274) 563062

Tanggal Berdiri

Agustus 1983

Nomor STT

-

Nomor ISSN

0852-1794

Motto

Menumbuhkan Kesadaran Baru

Orientasi Tema Utama

Pertanian

Jumlah Halaman

52 halaman

Periodisasi Terbit

Setahun dua kali

Nomor Edisi Terakhir

Edisi no 12/Tahun XV/1998

Tema Edisi Terakhir

Pertanian Indonesia Hitam Putih

Jumlah Terbit Terakhir

12 edisi

Nama Pemimpin Umum

Fredi Anto

Nama Pemimpin Redaksi

Amir Hamzah

Nama Kepala Litbang

-

Nama Pemimpin Perusahaan

Aditya Prabangkara

Oplah Terbit

1000 eksemplar

Deskripsi Terbitan Lain

Primordia juga menerbitkan newsletter dengan nama DUGAP yang dirintis sejak September 1998.

Sejarah Penerbitan

Keberadaan pers kampus di Fakultas Pertanian UGM memiliki akar sejarah yang cukup dalam dan panjang. PRIMORDIA bukanlah media kampus yang pertama, karena sebelumnya sekitar tahun 70-an telah muncul AGRIKA yang merupakan hasil kolaborasi kelompok-kelompok diskusi di Fakultas ini. Hanya sayangnya, persoalan regenerasi menjadi hantu klasik yang menyebabkab aktivitas AGRIKA surut drastis.

Entah karena bayangan heroisme atau romantisme, beberapa orang mencoba mengagas kembali media kampus. Hasilnya pada Agustus 1983, lahirlah majalah PRIMORDIA. Pada tahun 1989 BPPM PRIMORDIA  menerbitkan mading. Namun setelah menerbitkan dua edisi, lembaga ini sempat tidur panjang. Tahun 1994-1995 PRIMORDIA berusaha dibangkitkan kembali dan hasilnya keluarlah edisi 9. Eksistensi ini terus berlanjut hingga sekarang    


iklan layanan ini dipersembahkan oleh PIPMI dalam rangka mewujudkan pers mahasiswa Indonesia yang tidak sekedar mencaci-maki